Bank Syariah, IB = Islamic Banking

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Al Salaam disingkat BPRS Al Salaam merupakan Bank Syariah yang berdiri sejak tahun 1992. Pada awal pendiriannya masih berbasis konventional dengan nama Bank Perkreditan Rakyat Al Salaam atau Bpr Al Salam namun hijah menjadi Syariah pada tahun 2006 dengan nama Bpr Syariah Al Salaam yang kini telah manjadi bagian dari iB (baca ai-Bi, Islamic Banking) untuk pelayanan jasa perbankan syariah di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

IB (baca ai-Bi, Islamic Banking) dipopulerkan sebagai penanda identitas bersama industri perbankan syariah di Indonesia yang diresmikan sejak 2 Juli 2007. Sampai saat ini terdiri dari 132 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), 5 Bank Umum Syariah (BUS) dan akan terus bertambah yang akan siap melayani semua lapisan masyarakat Indonesia terhadap kebutuhan kredit bank.

Produk Kredit Bank Syariah BPRS AlSalaam ( bukan kredit syariah assalam atau Bprs Assalam ) yang dipasarkan diantaranya adalah Kredit Motor Syariah, Kredit Syariah Mobil, Kredit Syariah Pinjaman Cepat Cair, Pendidikan, KPR Syariah dan Kredit Syariah Pengembangan Modal Usaha.

Layanan jasa perbankan syariah semakin mudah diperoleh masyarakat, dengan mengenali logo iB yang dipasang di bank-bank syariah termasuk BPRS AlSalaam (bukan Bpr Assalam) ataupun bank-bank konvensional terkemuka yang menyediakan layanan syariah. Sebagaimana mudahnya masyarakat mengenali logo Visa atau Master Card untuk layanan kartu kredit di semua merchant yang memasang logo tersebut di pintu masuk atau di meja kasir.

Logo iB (baca : ai-Bi) merupakan penanda identitas industri perbankan syariah di Indonesia, yang merupakan kristalisasi dari nilai-nilai utama system perbankan syariah yang modern, transparan, berkeadilan, seimbang dan beretika yang selalu mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan kemitraan. Kehadiran logo iB (ai-Bi) akan memudahkan masyarakat untuk mengenali secara cepat dan menemukan kelebihan layanan kredit bank pada produk perbankan syariah dibandingkan konventional untuk kebutuhan transaksi keuangannya.

Bagaimana agan-agan, bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, masih bingung gak membedakan secara fisik kasat mata, apakah bank yang akan dikunjungi Bank Konventional atau Bank Syariah. Oia untuk beberapa Bank Konventional ada yang punya Unit-Unit Syariah. Unit-Unit Syariah itu ada yang spin off atau berdiri sendiri atau masih menginduk ke pusatnya. Perdedaannya dari penempatan kata syariahnya, apakah di depan atau di belakang, sebagai contoh : Bank Syariah Mandiri, Bank Syariah Mega Indonesia, Bank Syariah, Bank DKI Syariah, Bank BJB Syariah, Bank Bukopin Syariah dan sebagainya.

Lalu bagaimana dengan BPR Syariah AlSalaam???. Tentu saja kami bukan Unit dari Bank Umum atau Bank Konventional. Kami berdiri sendiri, tidak menginduk kemana pun. Pendirian BPRS Al Salaam didasari atas saham dari sejumlah orang yang dahulu aktif di Masjid Salman ITB Bandung jadi bukan milik perorangan atau individu atau keluarga.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>