Diskon Pelunasan Dipercepat pada Pinjaman atau Pembiayaan di Bank Syariah BPRS AlSalaam

Pinjaman syariah menjadi salah satu cara bagi masyarakat untuk memenuhi pembiayaan untuk bangun rumah, renovasi rumah, dana usaha dan lainnya dengan bebas riba. Proses pengajuannya pun kini semakin mudah dengan adanya marketing yang memasarkan produk Bank Syariah Bprs Al Salaam secara online. Oia kami Bpr Syariah Alsalaam ya bukan Assalam dengan wilayah kerja layanan di Jakarta, Bekasi, Bogor, Bintaro, Depok, Bandung dan Tangerang. Cukup Telp atau Whatsapp (WA) agar pengajuan kredit syariah dapat segera diproses. Produk pembiayaan dapat menggunakan akad Murabahah (Jual-Beli) atau Mudharabah (Bagi Hasil) dengan agunan Sertifikat Rumah atau jaminan BPKB Kendaraan Mobil.

Namun sering kali sy ditanya berapa besar pelunasan dipercepat di bank syariah anda jika pinjaman akan dilakukan pelunasan pinjaman dipercepat?? Mau tau jawabannya. Simak berikut ini yg sy peroleh juga ulasannya dari http://www.kompasiana.com/rifkadejavu/diskon-pada-pembiayaan-bank-syariah-vs-finalty-pada-kredit-bank-konvensional_550091c1a333117f7251157b

Praktek yang biasa dilaksanakan pada perbankan syariah adalah, nasabah mengajukan permohonan berupa pembelian persediaan ataupun investasi kepada bank. Bank membelikan barang-barang yang dimohonkan oleh nasabah tersebut, kemudian kembali menjualnya kepada nasabah dan ditambah dengan margin keuntungan. Contohnya, nasabah ingin membeli rumah seharga Rp. 100 jt, sesuai dengan kesepakatan, bank membelikan rumah tersebut kepada developer seharga Rp. 100 jt kemudian menjualnya kembali kepada nasabah dengan tambahan keuntungan sebesar Rp. 50 jt, sehingga harga
jual yang akan diberikan kepada nasabah menjadi Rp. 150 jt. Dari sisi perbankan, hutang yang diakui oleh bank bukanlah Rp. 100 jt akan tetapi Rp. 150 jt, sesuai dengan akad murabahah (jual beli) yang disetujui pada awal.

Praktek ini sudah berjalan sesuai dengan ketentuannya, akan tetapi ada beberapa kendala yang sering menghasilkan perdebatan. Disaat nasabah akan melunasi sebelum jatuh tempo, apakah nasabah harus melunasi seluruh harga jual yang telah dibebankan oleh bank tersebut, ataukah hanya harga pokok rumah…? Di beberapa Bank Syariah yang masih memegang teguh prinsip dan kaidah yang telah dituangkan oleh Dewan Syariah Nasional melalui fatwanya, mereka masih menyampaikan bahwa hutang yang harus dilunasi adalah sisa dari hutang harga jual sebesar Rp. 150 jt tadi. Karena antara bank dan nasabah sudah bertransaksi secara akad jual beli (murabahah) sehingga nasabah telah menyetujui pembelian rumah tersebut seharga Rp. 150 jt. Hal ini menjadi sebuah momok dan stigma baru bagi perbankan syariah, bahkan ada beberapa nasabah yang langsung memberikan cap bahwa bank syariah lebih kapitalis daripada bank konvensional.

Melalui Fatwa DSN No. 23/DSN-MUI/III/2002 tanggal 28 Maret 2002 mengenai Potongan Pelunasan Dalam Murabahah, DSN memberikan ketetapan bahwa pembiayaan dilunasi sebelum akad jatuh tempo, boleh diberikan potongan. Potongan yang diberikan kebijakannya diserahkan kepada masing-masing bank dengan catatan tidak boleh diperjanjikan dalam akad. Hal ini menjadi sebuah solusi yang memberikan kenyamanan baik bagi nasabah maupun bagi bank. Bank sudah bisa memberikan potongan pelunasan, walaupun tidak dijanjikan di akad, hal ini sedikit memberikan ketenangan bagi
nasabah yang akan bertransaksi dengan bank syariah.

Silahkan di Share Agar Yang Membutuhkan dapat Terbantu :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *