Pada Bank Konventional Dana Nasabah Kaya dapat Naik Jika Bunga Simpanan Tinggi Tidak Demikian di Bank Syariah

Kreditbanksyariah.com mengutip dari artikel di kompas.com

Dana simpanan di perbankan yang tidak masuk dalam program penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus melambung tinggi. Dana dengan nominal di atas Rp 2 miliar terus membesar.

Wow sangat menarik, dana diinvestasikan diperbankan yang minim resiko sehingga Bank-bank berlomba menaikan bunga agar nasabah tidak lari. Ahirnya perhitungan kredit bank harus tinggi sehingga pelaku usaha ingin memiliki kredit bank murah sulit

Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani mengatakan, dana nasabah di atas Rp 2 miliar meningkat karena jumlah orang kaya di Indonesia terus bertambah. Selain itu, ada perbankan yang masih bandel, tidak mematuhi kemauan Bank Indonesia (BI), yaitu memberikan iming-iming suku bunga simpanan tinggi. “Juga kemungkinan ada bank yang memberikan hadiah menarik kepada nasabah. Makanya, BI perlu mengkaji kemungkinan itu,” kata Firdaus, Minggu (25/12/2011). Bank sentral selama ini menekankan agar bank efisien dengan menurunkan biaya dana. Salah satunya, menurunkan suku bunga deposito.

Pada Syariah Bank hal tersebut bisa diminimalisir karena dasar pemberian “Bunga Deposito” berdasarkan Nisbah. Bank tidak terlalu dibebankan dengan biaya dana yang tetap setiap bulan melainkan fluktuatif berdasarkan pendapatan Bank dari produk penyaluran dana seperti pinjaman syariah atau pinjaman bank syariah, kredit mobil syariah, kredit mobil bank syariah, kredit motor bank syariah, pinjaman modal syariah, kredit mobil bekas syariah, pinjaman modal usaha syariah dll

Pemberian suku bunga simpanan bahkan mencapai 8 persen. Bank memberikan suku bunga simpanan tinggi demi meningkatkan minat nasabah. Maklum, bank menengah perlu strategi bersaing dengan bank kelas kakap dalam menghimpun dana.

Noviana C Purnamasari, Vice President Emerald and Affluent Segment Bank BNI, mengatakan, nasabah kaya banyak memilih produk investasi melalui deposito karena krisis global belum usai. Terlebih lagi, di Indonesia tidak banyak alternatif produk investasi untuk nasabah bank.

Tanggapan menurut kreditbanksyariah.com terhadap artikel diatas :
1. Bunga Deposito Tinggi pasti Biaya Dana Bank akan tinggi karena sistem konventional yang memberlakukan tetapnya/ fix-nya pemberian bunga deposito tiap bulan, dengan demikian penyaluran dana/ pemberian kredit kepada masyarakat pasti tinggi yang besarnya harus melebihi suku bunga deposito pada ahirnya calon nasabah yang akan mengajukan kredit/ pinjaman terbebani dengan mahalnya angsuran. Lalu bagaimana kegiatan usaha dapat berjalan dengan lancar

2. Akibat dari point 1 maka Asas Keadilan tidak terjadi, pada sistem konventional mau tidak mau/ suka tidak suka Bank Konventional setiap bulannya harus memberikan bunga deposito yang nilainya tetap sedangkan kegiatan usaha tidak selamanya tetap namun flutiatif

3. Pada Bank Syariah, point 1 dan 2 tidak terjadi karena dasar pemberian Bagi Hasil Deposito berdasarkan nisbah/porsi bukan bunga yang nilainya tetap setiap bulan. Bagi Hasil setiap bulan relatif fluktuatif tergantung pendapatan Bank. Jika Pendapatan Bank tinggi maka yang dibagi hasilkan ke pemilik dana atau Deposan akan tinggi dan sebaliknya

sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/12/27/11442767/Bunga.Tinggi.Dana.Nasabah.Kaya.Naik.24.Persen

Silahkan di Share Agar Yang Membutuhkan dapat Terbantu :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *