Kenali pengenaan tarif Pajak Progresif kendaraan yaitu motor atau mobil yang akan dikenakan jika memiliki kendaraan lebih dari satu. Dasar penetapannya berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2015 Pasal 7 ayat (1a), disebutkan jika dalam 1 (satu) alamat ada 2 (dua) kendaraan, maka kendaraan kedua dibebankan tarif progresif.

Mari kita urai biar jelas semuanya dan menjadi paham bahwa pajak progresif kendaraan akan dikenakan dengan ciri sebagai berikut :

  1. Jomblo tinggal serumah dan masih 1 kartu keluarga (KK), misalnya di rumah tsb sudah punya 1 motor milik dan atas nama ayah lalu anak yg baru kerja pengen punya motor Honda PCX terus kredit motor syariah honda di BPRS Al Salaam…eaaaaa, nah motor si anak nanti akan terkena pajak progresif kepemilkan kedua walau nama di STNK dan BPKB berbeda dan seterusnya.
  2. Sudah menikah dan Kartu Keluarga pisah tapi masih alamat sama tinggal serumah dengan keluarga, jadi ceritanya udah nikah tapi masih di pondok mertua indah atau sama orangtua yg kebetulan sebelumnya udah ada 1 motor dirumah itu yg nama dan alamat sesuai KK terus kepengen punya motor baru Yamaha R15 yg keren dan kredit syariah motor yamaha di BPRS AlSalaam…..eaaaaa iklan lagi, tetep tuh motornya nanti akan kena pajak progresif. Ada solusi mengunjungi Samsat dan Lapor kalau sudah pecah KK agar terbebas dari pajak progresif.
  3. Kendaraan sebelumnya udah dijual tapi belum diblokir ke Samsat, eh keburu pengajuan kredit motor syariah kawasaki Ninja di BPRS AlSalaam ahirnya kena pajak progresif. Karenanya segera lakukan blokir ke Samsat dengan membawa Materai 6000, KTP, KK fotocopi dan asli lalu fc stnk/ bpkb kendaraan yg udah dijual kalau ada. Proses cepet kok di samsat. Jangan sampai salah mendaftarkan kendaraan yg diblokir, misalnya sebelumnya ngajuin kredit syariah motor suzuki Satria, udah lunas dijual, pas dicek samsat ada 1 motor lagi misalnya Honda Beat yg masih dipakai, maksud hati pingin blokir Suzuki Satria yg udah dijual, eh salah malah Honda Beat yg diblokir, nasib dah wk…wk…wk….jadinya itu Honda Beat wajib dibalik nama.

Nah mudah-mudahan bisa paham ya cara kerja pengenaan pajak progresif, jadi gak perlu komplain atau cerita kemana-mana kalau pajaknya motor naik atau tinggi tapi teliti dahulu apakah itu kendaraan pertama atau bukan. Bisa kelihatan di STNK yg deretan angka 550 001 (kendaraan ke-1), 550 002 (kendaraan ke-2) dan seterusnya. Kalau ingin memastikan berapa kendaraan yg atas nama sendiri, bisa juga cek aplikasi cek pajak di Play Store dan realtime alias update banget, admin udah ngerasain sendiri. Trust me it works. Ok segitu dulu informasi diluar jualan, insya allah bisa bermanfaat.

Berminat Pembiayaan Syariah Kredit Motor Baru==>> Hubungi Team Marketing kami :

  1. Yudha (0896 6282 5378)
  2. Khoiri (0895 3442 64074)
  3. Edi (0819 0638 8786)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.