Pembiayaan Syariah Murabahah Tanpa Wakalah di BPRS AlSalaam

Alhamdulillah pergerakan proses hijrah masyarakat untuk menghindari transaksi riba semakin besar, hal ini ditandai dengan semakin banyaknya perkumpulan atau komunitas berbasis online dan offline yang salah satunya membahas aktifitas perbankan

Aktifitas perbankan adalah aktifitas yang sudah sangat umum dilakukan di masyarakat baik untuk investasi seperti tabungan dan deposito, transfer hingga pembiayaan dan di Indonesia saat ini tersedia layanan perbankan konventional dan perbankan syariah yang dikenal sebagai LKS (Lembaga Keuangan Syariah)

BPRS AlSalaam termasuk kedalam LKS dan kini di awal tahun 2022 berkembang untuk meningkatkan layanan penyaluran pembiayaan syariah dengan Akad Murabahah Tanpa Wakalah

Pembiayaan Syariah dengan Akad Murabahah Tanpa Wakalah

Akad Murabahah adalah akad jual beli barang antara LKS sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli dengan menegaskan harga pembelian dan margin keuntungan kepada nasabah. Akad Murabahah paling umum dipakai oleh LKS dan BPRS AlSalaam salah satunya, keistimewaan dari Akad Murabahah dibandingkan Akad lainnya seperti Ijarah, Mudharabah, Musyarakah dan Qordh adalah pada Akad Murabahah memiliki keistimewaan yaitu dengan Wakalah atau Tanpa Wakalah

Wakalah menurut Fatwa DSN MUI No.10/DSN-MUI/IV/2000 adalah pelimpahan kekuasaan oleh satu pihak kepada pihak lain dalam hal-hal yang boleh diwakilkan. Bahwa praktek wakalah pada LKS dilakukan sebagai salah satu bentuk pelayanan jasa perbankan kepada nasabah

Tanpa Wakalah adalah LKS akan melakukan pembelian terlebih dahulu objek murabahah sebagai persedian sebelum dilakukan Akad pembiayaan dengan nasabah

Pembiayaan Syariah Murabahah Tanpa Wakalah adalah pembiayaan syariah dimana LKS selaku penjual akan membeli secara langsung objek murabahah (barang) kepada supplier

Pembelian Objek Murabahah Dilakukan BPRS AlSalaam

Pembelian objek pembiayaan murabahah akan dilakukan oleh BPRS AlSalaam setelah ketentuan berikut terpenuhi,

  1. Permohonan pembiayaan syariah nasabah sudah disetujui
  2. Nasabah telah menyetujui dan menandatangani Surat Persetujuan Prinsip Pembiayaan (SP3) yang dikirimkan oleh BPRS AlSalaam
  3. Nasabah telah menyetorkan uang muka/ tanda jadi (Hamish jiddiyah) yang dipersyaratkan oleh BPRS AlSalaam
  4. Telah terlampir invoice (tagihan) atas objek murabahah dari Supplier

Produk Pembiayaan Syariah Murabahah Tanpa Wakalah di BPRS AlSalaam

Produk pembiayaan syariah yang dapat dilakukan murabahah tanpa wakalah adalah produk pembiayaan untuk pembelian barang bukan jasa, seperti

  1. Pembiayaan motor baru merk Honda, Yamaha, Kawasaki dan Suzuki
  2. Pembiayaan mobil baru dan bekas merk Jepang (diutamakan)
  3. Pembiayaan barang usaha

Pembiayaan Barang Usaha Tanpa Wakalah Secara Penuh dan Bertahap

Pelaksanaan pembelian objek murabahah dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu secara penuh dan bertahap

  1. Jika pembelian objek murabahah secara penuh, BPRS AlSalaam akan melakukan pelunasan pembelian penuh kepada supplier
  2. Jika pembelian objek murabahah secara bertahap, BPRS AlSalaam meminta nasabah terlebih dahulu untuk memberikan timeline pembelian dan pengiriman barang dari pihak supplier
    • Nasabah terlebih dahulu melakukan Akad Pembiayaan atas Fasilitas Waad yang akan diterima
    • Nasabah memberikan rincian barang yang akan ditransaksikan

Kepastian Pembelian Objek Murabahah oleh BPRS AlSalaam

BPRS AlSalaam akan melakukan pembelian objek murabahah kepada supplier yang akan dicatatkan dalam pembukuan bank sebagai persedian dan lanjut dilakukan akad pembiayaan kepada nasabah kemudian melakukan serah terima barang persediaan dari supplier oleh petugas bank atau pihak lain yang ditunjuk BPRS AlSalaam dengan melampirkan dokumentasi serah terima barang

Jika ada hal yang ingin disampaikan, kamu dapat menghubungi team marketing pembiayaan syariah kami, insyaallah akan siap membantu