Prosedur Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Rumah BPRS AlSalaam

Berikut alur prosedur lelang Hak Tanggungan (HT) agunan rumah atau tanah kosong bersertifikat SHM/SHGB di BPRS AlSalaam bagi nasabah macet pembayaran angsurannya.

Objek Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Rumah dan Tanah BPRS AlSalaam

Obyek yang akan dilelang oleh BPRS AlSalaam adalah kondisi apa adanya (as is) dengan segala kekurangan dan konsekuensi biaya berikut segala permasalahan yang akan timbul dikemudian hari.

Peserta lelang dianggap telah mengetahui/memahami kondisi objek lelang dan bertanggung jawab atas barang yang dibeli. Foto dan spesifikasi teknis tentang obyek lelang dapat dilihat pada alamat domain website lelangdjkn. kemenkeu.go.id

Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Melalui KPKNL

Kegiatan lelang hak tanggungan agunan rumah atau tanah kosong milik nasabah macet yang menjadi agunan pembiayaan di BPRS AlSalaam dilakukan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), yaitu instansi vertikal Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang salah satu tugasnya menyelenggarakan lelang eksekusi, lelang non-eksekusi wajib serta lelang sukarela.

Lelang melalui KPKNL akan memberikan kemudahan dan pemahaman dalam mengajukan permohonan lelang. Lelang Eksekusi Hak Tanggungan ini merupakan salah satu cara untuk menuntaskan permasalahan kredit macet yang paling aman, mudah, terpercaya, mewujudkan pelaksanaan lelang yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel karena melalui prosedur lelang internet e-auction.

Pelaksanaan lelang e-auction, lelang dapat menjadi lebih efisien, lebih mudah karena peserta tidak perlu hadir, lebih cepat dan memberikan peningkatan pada capaian hasil lelang.

Alur Prosedur Umum Mengikuti Lelang Melalui KPKNL

  1. Calon pembeli harus terlebih dahulu mendaftarkan diri menjadi peserta lelang dan mengaktifkan akun di website lelangdjkn. kemenkeu.go.id.
  2. Melampirkan KTP dan data NPWP
  3. Peserta lelang wajib menyetor uang jaminan sekaligus (tidak bisa dicicil) sesuai yang disyaratkan BPRS AlSalaam dalam pengumuman lelang ke KPKNL melalui rekening Virtual Account (VA) masing-masing peserta lelang
  4. Nomor VA bisa dilihat pada menu status lelang setelah berhasil melakukan pendaftaran dan melengkapi data identitas.
  5. Setoran uang jaminan paling lambat diterima KPKNL paling lambat satu hari kerja sebelum pelaksanaan lelang
  6. Bagi peserta lelang yang tidak ditunjuk sebagai pemenang lelang, uang jaminan akan dikembalikan, dipotong biaya transfer/ RTGS/ Pemindahbukuan.
  7. Terkait pelunasan lelang, harus dilakukan paling lambat lima hari kerja setelah pelaksanaan lelang
  8. Jika tak melunasi kewajibannya, maka uang jaminan akan disetorkan ke kas negara
  9. Tata cara mengikuti lelang dapat dilihat pada menu “Tata Cara dan Prosedur” dan “Panduan Penggunaan” pada website lelangdjkn. kemenkeu.go.id

Cara Penawaran Lelang Eksekusi Hak Tanggungan BPRS AlSalaam

  1. Penawaran dilakukan pada hari dan jam yang ditentukan
  2. Peserta lelang melakukan penawaran secara terbuka dan tertutup dengan mengakses lelangdjkn.kemenkeu.go.id sesuai waktu yang ditentukan.
  3. Penawaran harga lelang dikirimkan dari alamat domain peserta lelang setelah peserta lelang menyetor uang jaminan lelang
  4. Penawaran lelang dimulai paling sedikit sama dengan nilai limit.
  5. Penawaran lelang dapat dikirimkan berkali-kali sampai batas waktu sebagaimana yang telah ditentukan sesuai waktu server

Apabila Peserta Lelang Memenangkan Lelang

Pengesahan Pemenang Lelang sebagai Pembeli :

  1. Peserta Lelang dengan penawaran tertinggi yang telah mencapai atau melampaui Nilai Limit disahkan oleh Pejabat Lelang sebagai Pembeli.
  2. Jika terdapat penawaran tertinggi yang sama, yang diterima lebih dahulu akan disahkan oleh Pejabat Lelang sebagai Pembeli.

Peserta lelang ditetapkan sebagi pembeli, maka peserta lelang harus melunasi :

  1. Harga pembelian yang dinyatakan sebagai pemenang
  2. Bea lelang sebesar 2%

Pelunasan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pelaksanaan lelang dan penyetoran pelunasan ditujukan ke nomor VA pemenang lelang.

Apabila wanprestasi atau tidak melunasi kewajiban pembayaran sesuai ketentuan di atas, uang jaminan akan disetorkan ke kas negara

Keterangan Tambahan Pelaksanaan Lelang

Karena Satu dan Lain Hal, Penjual dan / atau Pejabat Lelang dapat melakukan Pembatalan/ Penundaan terhadap Objek Lelang diatas dan pihak-pihak yang berkepentingan/ peminat tidak dapat melakukan tuntutan/ keberatan dalam bentuk apapun kepada pihak Penjual dan / atau Pejabat Lelang KPKNL

Balik Nama Sertifikat Rumah / Tanah Lelang

Terdapat beberapa persyaratan yang perlu dipersiapkan untuk proses BBN (Bea Balik Nama) rumah atau tanah lelang dalam membeli rumah atau tanah lelang yaitu

  1. Risalah Lelang
  2. Sertifikat Rumah atau Tanah
  3. Identitas diri anda dan pasangan
  4. Bukti Pelunasan Pembayaran
  5. Bukti Pembayaran SSB (Surat Setoran Bea – BPHTB)
  6. Bukti Pembayaran SSP (Surat Setoran Pajak)
  7. dan dokumen pendukung lainnya yang diperlukan

Proses BBN bisa dilakukan di Notaris yang terdekat dengan domisili kamu namun lebih baik ke Notaris yang memiliki wilayah kerja sesuai dengan lokasi objek rumah atau tanah lelang agar dapat lebih cepat proses BBN dan biaya relatif lebih kompetitif karena lokasi objek rumah atau tanah tersebut sesuai dengan wilayah kerja Notaris