Serba-serbi yang sering ditanyakan ke kami seputar Tabungan Syariah, investasi Berjangka Deposito, Kredit Syariah Motor Baru Honda Yamaha Kawasaki Suzuki, Pembiayaan Mobil Baru Bekas Merk Jepang dan Pinjaman Pembiayaan Syariah Multiguna untuk berbagai keperluan berjaminan BPKB Mobil atau Sertifikat Rumah SHM, SHGB. 

Berikut informasi FAQ (Frequensi Answer Question) yang dihimpun dari Telp/WhatsApp/Inbox dan merujuk referensi dari buku Menjawab Tudingan Miring Pada Bank Syariah oleh Ahmad Ifham Sholihin dan Zukhrufah Az Zahra : 

Q : Question (Pertanyaan)
A : Answer  (Kami Jawab)

Bank Syariah dan Bank Konven Sama Saja

Q : Bank Syariah dan Bank Konven, sama saja. Cuma beda istilah, jawab (A) nama atau istilah atau label atau embel-embel atau cover dalam Bahasa Arab disebut dengan asmaa. Ketika istilah diucapkan, maka menjadi lafadz. Perhatikan logika-logika dibawah ini, cermati, mari objektif, legakan hati untuk ikhlas.

  • Kalau nama saya Ismail diganti dengan Dajjal, pasti saya tidak mau, itu menghina saya, padahal cuma beda istilah saja
  • Anda mau nama Anda diganti dengan Dajjal? pasti enggak mau. Padahal cuma beda istilah. “Ifham Quotes
  • Seseorang menikah, dikasih Buku Zina, bukan Buku Nikah, pasti tidak mau, padahal cuma beda istilah
  • Coba saja istilah di operasional dan bisnis yang dijalankan Bank Konven itu diganti persis seperti istilah dagang yang dipake Bank Syariah, maka Bank Konven tersebut HARUS BERANI membuat janji secara LEGAL FORMAL untuk siap berdagang, harus siap untuk TIDAK membiayai pesta bisnis MIRAS, pesta RIBA serta bisnis HARAM lainnya. BERANI?. Padahal cuma beda istilah saja
  • Perjanjian legalnya jelas jauh beda. Coba tanya ke Notaris atau coba cek sendiri. Berbahasa Indonesia. Perhatikan jika perjanjian legalnya sama, bilanglah sama. Jika perjanjian legalnya beda, bilanglah beda. Perjanjian legal memiliki konsekuensi Hukum. Resikonya sesuai kata-kata yang tercantum. Bank Konven pasti juga nggak mau ganti ISTILAH HUKUM yang dipakai dalam perjanjian legalnya. Padahal cuma beda istilah saja 
  • Mau makan baca bismillah, “dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. Lagi-lagi tentang betapa pentingnya nama atau istilah
  • Anda Sholat itu bacaannya ya begitu, semua yang Anda baca merupakan istilah-istilah, susunan dari istilah-istilah. Masih menyepelekan istilah?
  • Allah berfirman, “wa’allama Aadama al asmaa’a kullaha…” yang menegaskan bahwa Allah telah mengajarkan Nabi Adam as berupa nama-nama, istilah-istilah, dalam rangka Khalifah di Bumi. Syarat mutlak jadi khalifah ya mengetahui istilah
  • Imam Syafii menghukumi transaksi dari lafadz dan alur, bukan berdasarkan maksud dan makna. Lafazh, kata-kata, ucapan yang pasti ya itu istilah
  • Jika Bank Syariah dianggap sama saja dengan Bank Konven, kenapa sampai muncul secara khusus, UU No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah? Jika dianggap sama saja, ngapain Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) perlu repot-repot bikin Undang-Undang secara khusus

Nah, setelah Anda yakin betapa urgen dan pentingnya ISTILAH, nama, label, cover, embel-embel, maka rasanya Anda akan siap untuk meyakini bahwa Bank Syariah dan Bank Konven memang dua hal yang berbeda. Secara legal formal juga sangat berbeda.

Kalau mereka masih ngeyel nganggep Bank Syariah sama saja dengan Bank Konven? Bilang aja ke dia, “Ya sudah Ayo ke Bank Syariah! katanya sama saja.” Ifham Quotes

Mari untuk tidak menyepelekan istilah. Istilah itu penting. Substansi juga jelas penting. Cover dan isi sama-sama penting. Apalagi yang terikat dalam kontrak hukum positif legal formal NKRI.

Kesimpulan : Bank Syariah sudah [ditata] sesuai Syariah, jelas Beda dengan Bank Konventional. Istilah beda, makna beda, alur skema beda, hukum beda. Jangan disamakan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.